Rintis stem cell untuk sembuhkan diabetes melitus

Dua RS lesson learn Syariah di RSI Sultan Agung
February 24, 2019
Psoriasis penyakit autoimun yang bersifat kronik.
March 5, 2019
Show all

Terapi stem cell (sel induk/sel punca), segera menjadi problem solver bagi penyintas gangguan endokrinologi.

Dr Nur Anna Sadyah SpPD KEMD FINASIM dari RSI Sultan Agung menjelaskan, metode terapi tersebut mampu memberikan harapan yang cukup baik kepada pasien terutama penderita diabetes.

"Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih perlu dikembangkan," kata Anna seusai talkshow dan peresmian Stem Cell and Cancer Research di RSI Sultan Agung Semarang, belum lama ini.

Selama ini diabetes dianggap sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan, karena adanya kerusakan organ. Obat-obat yang ada juga belum cukup mengobati secara tuntas. Karena itu, dikembangkanlah terapi menggunakan stem cell.

Secara sederhana, terapi ini berawal dari ditumbuhkannya sel, baik itu dari sumsum tulang, lemak maupun plasenta. Kemudian diolah di dalam laboratorium khusus, lalu dimasukan ke dalam tubuh manusia.

Terapi stem cell akan membentuk sel baru atau menghasilkan faktor pertumbuhan, sehingga akan menumbuhkan sel baru di tempat yag akan dituju. Sebagai contoh, jika yang rusak pankreas, maka pankreasnya akan membaik.

"Ini merupakan pemeriksaan yang membutuhkan peralatan yang cukup canggih, belum semua rumah sakit bisa. Bahkan di Indonesia cukup jarang, di tempat kami sudah merintis," jelasnya.



 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *