Khitanan massal di Pemkot Semarang
April 23, 2018
Memberikan pemahaman difteri yang mematikan dalam forum dokter
April 27, 2018
Show all
 
 
Pertolongan bantuan hidup dasar (bhd) adalah ketrampilan yang harus dikuasai bagi setiap paramedis ketika menemui kasus kegawatdaruratan. Problemnya, kegawatdaruratan itu sangat mungkin terjadi di tempat yang tidak berada dalam jangkauan paramedis. Seperti di pasar, lingkungan sekitar atau tempat umum lainnya. Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Semarang mengadakan pelatihan BHD serentak di setiap Kecamatan pada Rabu (18/4). Di Kecamatan Genuk, tim kesehatan dari RSI Sultan Agung melatih kader posyandu, ibu-ibu PKK dan karang taruna. Pelatihan ini masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun kota Semarang ke 471 "Skill BHD mutlak diperlukan oleh siapa saja yang menjumpai kasus kegawatdaruratan semisal kecelakaan, jatuh dari ketinggian dsb. " ujar perawat senior RSI Sultan Agung Mujiyono Aji Pamungkas, AMK saat pelatihan.
Tahapan BHD bagi awam , kata Mujiyono dimulai dengan memastikan keamanan penolong dan korban. "Apabila menemui BHD di jalan raya, kita harus meminggirkan pasien baru dilakukan tindakan BHD" kata Mujiyono memberi pengarahan. Setelah itu, lanjut Mujiyono, panggillah bantuan atau paramedis terdekat di lokasi. Sambil menunggu bantuan datang, orang awam yang menemui kasus kegawatdaruratan bisa melakukan kompresi. Caranya pasien diteletangkan diatas permukaan datar. Berlututlah disamiping pasien. Letakkan tumit telapak tangan pada pertengahan dada dengan telapak tangan ditumpuk dengan jari ditautkan. "Lakukan tekanan di dada dengan kedalaman minimal 5 cm dengan kecepatan 100 s.d 120 kali per menit. Bagi awam, tetap lanjutkan kompresi tanpa cek nadi dan napas. Itu dilakukan sampai bantuan datang" ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *