CSR Katarak RSI Sultan Agung kerjasama Pollux Habibie

Pelajar SMK Kesehatan diharapkan lanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi
December 21, 2018
Pengendalian TB dengan perlindungan pernapasan bagi petugas kesehatan
January 6, 2019
Show all

Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility “Operasi Katarak 10.000 mata” di kota-kota besar Indonesia, Pollux Habibie Vision kembali mengadakan kegiatan Corporate Social Resposibily di kota Semarang. Kegiatan CSR tersebut di inisiasi oleh Pollux Habibie International sebagai bentuk kerjasama antara Pollux Properties dengan keluarga B.J Habibie, dan berada di bawah naungan Pollux Habibie Vision.

Di Semarang, Pollux Habibie International bekerja sama dengan RSI Sultan Agung dan Pollux Corporation melakukan tindakan fakoemulsifikasi untuk 200 mata pasien penderita katarak.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia, dan kami harapkan melalui program CSR ini, kami dapat lebih jauh meningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia” Ujar Mr. Po Soen Kok selaku Komisaris Utama Pollux Corporation.

Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr. H. Masyhudi AM, M.Kes menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan Pollux Habibie International dalam penyelenggaraan bakti sosial ini sebagai salah satu bentuk apresiasi yang diberikan kepada RSI Sultan Agung.

“Dalam hal ini RSI Sultan Agung berkomitmen memberikan pelayanan seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan paripurna bagi penderita katarak. Untuk kegiatan CSR ini, kita menggunakan fakoemulsifikasi. Suatu metode terkini untuk mengatasi katarak yang memiliki banyak keunggulan. Antara lain : cepat (hanya 10 menit), meminimalkan perdarahan dan pasien bisa langsung pulang.

“Jadi meski ini bakti sosial operasi katarak massal, kami pastikan tenaga kesehatan kami profesional di bidangnya dan menggunakan peralatan canggih yang memang sehari-hari kami gunakan untuk fakoemulsifikasi. Sebelumnya, mereka menjalani screening untuk memastikan diagnosa katarak sebelum tindakan katarak.

Operasi katarak dipilih sebagai program CSR dikarenakan angka penderitanya yang tinggi di Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah etiopia dan menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Selain itu, katarak adalah penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.