Donor tak boleh sembarangan, pahami dahulu persyaratannya

Ventilasi yang baik, cegah persebaran TB
December 14, 2018
Pelajar SMK Kesehatan diharapkan lanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi
December 21, 2018
Show all

Mengatasi sebuah kelainan atau penyakit bisa dilakukan dengan transfusi darah. Yang perlu diperhatikan, transfusi harus dilakukan dalam kondisi aman. Dokter yang melakukan tranfusi tersebut wajib memahami pengetahuan imunologi, serologi dan genetik.

Bagi pendonor, ada kriteria dari Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI), yang wajib ditaati. Antara lain : usia 18-61 tahun ; Berat badan minimal 50 kg ; Tidak menderita penyakit jantung, hati, paru, ginjal, kencing manis, kejang, kanker, penyakit kulit kronis, penyakit perdarahan ; Tidak sedang hamil, menyusui atau menstruasi.

Bagi donor tetap, menyumbang darah sebelumnya minimal 8 minggu yang lalu, maksimal 5 kali setahun. Kulit lengan donor dalam keadaan sehat ; Tidak mendapat transfusi darah atau komponen darah dalam 6 bulan terakhir dan tidak sedang demam ; Tidak menderita penyakit HIV/AIDS ; Bukan pengguna alkohol atau narkoba ; Tidak mendapat imunisasi dalam 2-4 minggu terakhir dan tidak demam ; Tidak digigit binatang yang diduga menderita rabies dalam 1 tahun terakhir.

Apabila menggunakan aspirin, hendaknya menggunakan aspirin dalam 3 hari terakhir.

Berbagai resiko yang menyertai proses donor adalah demam, reaksi alergi (Terutama Urtikaria) ; Hepatitis ; Reaksi hemolitik dan overload sirkulasi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *