FK UII study banding RS Pendidikan di RSI Sultan Agung

Sudah benarkah kita menggosok gigi ?
November 25, 2015
5000 jamaah mar’atus shalihah akan putihkan RSI Sultan Agung
December 4, 2015
Show all

Dekan FK UII, dr Linda Rosita, SP.PK ketika beraudiensi dengan jajarana manajemen RSI Sultan AgungMasyarakat awam mengira, Rumah Sakit (RS) Pendidikan adalah tempat uji coba para dokter muda yang sedang menjalani program Co Assistant (Co Ass) sehingga pasien yang sedang dirawat di RS tersebut hanya ditangani oleh para dokter muda. Anggapan ini bisa dikatakan kurang tepat. Karena di RS Pendidikan mahasiswa kedokteran yang menjalani Co Ass tidak menangani langsung pasien. Ataupun kalau sedang menangani pasien, pasti diawasi secara langsung oleh dokter spesialis.<p>

Masalahnya anggapan ini sudah terlanjur menjadi stigma yang merugikan bagi RS Pendidikan. Akibatnya, banyak institusi pendidikan atau Universitas berpikir seribu kali untuk mendidikan RS Pendidikan.<p>

Kekhawatiran inilah yang diungkapkan Dekan Universitas Islam Indonesia , dr Linda Rosita, Sp.PK ketika berkunjung ke RSI Sultan Agung, Senin (23/11). Kunjungan dr Linda beserta rombongan dalam rangka study banding pembangunan RS Pendidikan bagi mahasiswa FK UII.<p>

RSI Sultan Agung sendiri telah ditetapkan sebagai RS Pendidikan pada tahun 2011 silam sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK .03.05/III/1299/11 tentang penetapan RSI Sultan Agung sebagai RS Pendidikan Utama Unissula.<p>

Menanggapi stigma negatif mengenai RS Pendidikan , Direktur Utama RSI Sultan Agung , dr. H. Masyhudi AM, M.Kes menjelaskan memang masyarakat perlu memahami bahwa RS Pendidikan tidak seperti yang dikira selama ini. Justru sebaliknya , pelayanan di  RS Pendidikan ini menerapkan standar kualitas tinggi dengan berpedoman pada keselamatan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.