Kebersihan alat medis tunjang safety patient

Sultan Agung Oncology Center
July 4, 2019
Kunjungan Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Unissula
July 5, 2019
Show all

Beberapa lalu, mencuat isu sterilisasi alat yang dipakai untuk cuci darah. Hal itu menyinggung isu sterilisasi alat-alat medis yang dipakai di rumah sakit (rs). Di RS, proses sterilisasi dilakukan oleh unit CSSD atau akronim
dari Central Sterille Suplay Departement.

CSSD adalah unit yang bertugas mengolah alat atau bahan yang bertujuan untuk menghancurkan semua bentuk kehidupan mikroba termasuk endospora dan dapat dilakukan dengan proses kimia atau fisika.

Kepala bagian CSSD, Siwi Damayanti, S.Kep memberikan contoh alat atau bahan yang disetrilkan kepada mahasiswa Kedokteran prodi farmasi. “Beberapa contoh instrumen yang kita lakukan sterilisasi antara lain linen, instrumen bedah, ganti balut, instrumen partus, instrumen bedah, handscun, kasa dan sebagainya.” ujarnya.

Tugas unit CSSD

Kepada mahasiswa Farmasi, Siwi memaparkan, tugas CSSD adalah membantu unit lain di rumah sakit yang membutuhkan kondisi steril, untuk mencegah terjadinya infeksi. Menurunkan angka kejadian infeksi dan membantu mencegah serta menanggulangi infeksi nosokomial (infeksi yang diperoleh pada saat masuk rumah sakit tidak ada tanda/gejala atau tidak dalam masa inkubasi). Melakukan efisiensi tenaga medis atau para medis untuk kegiatan yang berorientasi pada pelayanan terhadap pasien serta menyediakan dan menjamin hasil kualitas sterilisasi terhadap produk yang dihasilkan.

Proses unit CSSD

  1. Dekontaminasi:
    Suatu proses untuk menghilangkan atau memusnahkan mikroorganisme dan kotoran yang melekat pada peralatan medis sehingga aman untuk penggunaan selanjutnya. Proses ini menggunakan cairan khusus (chemical) untuk perendaman. Fungsi chemical sdh dapat membunuh mikroorganisme tetapi belum sampai ke spora. 
  2. Pengeringan : Yaitu proses pengeringan alat secara manual maupun menggunakan mesin.
  3. Setting
    Yaitu proses instrumen atau linen ditata sesuai kebutuhan dan dikemas.
    instrumen dikemas dengan menggunakan pouches atau bungkus plastik yang kuat terhadap suhu panas kemudian direkatkan dengan alat perekat atau menggunakan kain yang berlapis.
    Setelah pengemasan maka setiap set alat atau set linen diberi label.
  4. Sterilisasi
    Yaitu proses sterilisasi dimana alat dimasukkan ke mesin sterilisasi (suhu panas dan rendah).
  5. Penyimpanan yaitu proses setelah melalui sterilisasi. Penyimpanan dimasukkan ke ruang simpan alat steril dengan berbagai pengaturan. (suhu, kelembaban, jarak, tekanan udara)
  6. Distribusi yaitu proses pendistribusian alat yang sudah steril ke ruang perawatan atau ruang yang membutuhkan alat steril. Menggunakan metode FIFO.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.