Kenali kandungan PCC yang bisa sebabkan depresi

Bidan diharapkan gencarkan kesehatan reproduksi di masyarakat
January 16, 2018
BPJS Ketenagakerjaan fasilitasi seseorang yang alami kecelakaan kerja
January 24, 2018
Show all

Penggrebekan pabrik obat terlarang PCC (Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol) di Semarang satu bulan lalu, membuat geger semua kalangan. Pil yang mampu membuat seseorang seperti berhalusinasi, mental terganggu ini banyak dikonsumsi oleh pelajar. Tentu ini sangat meresahkan, karena pelajar sebagai generasi masa depan bangsa akan rusak.

PCC merupakan campuran obat yang terdiri paracetamol, caffeine dan carisoprodol. Ketiganya merupakan jenis obat yang memiliki fungsi berbeda-beda. Paracetamol bisa mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang. Caffeine yang umumnya ditemui dalam teh dan kopi, berfungsi mengobati migrain. Sementara carisoprodol mengurangi ketegangan otot yang bekerja pada jaringan syaraf.

Masalahnya, jika ketiganya digabung, efek dari ketiganya justru akan memberikan efek dan merusak susunan syaraf pusat. “Seperti gangguan perilaku, emosi tidak terkendali, depresi (takut, panik dan cemas). Jika disalahgunakan, menyebabkan overdosis hingga kematian” ujar¬†Erdina S.Farm, Apt dari RSI Sultan Agung belum lama ini di sebuah sosialisasi kesehatan.

Langkah pemerintah, dengan menggrebek produsen obat PCC, lanjut Erdina sebagai tindakan yang tepat. “PCC termasuk obat ilegal karena tidak memiliki ijin edar dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan” ungkapnya.

Peran apoteker

Disampaikan Erdina, apoteker sejatinya memiliki peran untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana memperoleh obat dengan benar.

“Dapatkan obat di tempat yang benar dan tidak disarankan mendapatkan obat dari tetangga atau keluarga yang merasa penyakit atau keluhannya sama. Bisa jadi obat yang diperlukan tiap individu berbeda” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *