Komitmen bersama perawat kurangi angka mortalitas SKA

Libatkan keluarga untuk dukung Indonesia bebas TBC
March 25, 2019
Persamaan Rhinitis Alergi dan Asma dari sisi patofisiologi
March 29, 2019
Show all

Penanganan pasien Sindroma Koroner Akut (SKA) oleh perawat pada fase pra Rumah Sakit (RS) sangat menentukan keberhasilan secara keseluruhan. Peran perawat sangat besar dalam mengenali gejala serta pertolongan pertama yang bisa dilakukan.

Tindakan dan pengobatan yang terpenting dari pasien dengan SKA adalah therapi reperfusi yang bisa dilakukan di RS yang memiliki fasilitas pelayanan cardiovascular.

Hal itu disampaikan perawat yang juga penanggung jawab IGD RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita tahun 1987 , Ade Priyanto dalam seminar kegawatan kerdiovaskuler di RSI Sultan Agung belum lama ini.

SKA adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala aliran darah ke otot jantung berkurang. Dalam medis, SKA terdiri dari : ST Elevasi Miokard Infark (STEMI), Non ST Elevasi Miokard Infark (NSTEMI), dan Unstable Angina Pektoris (UAP).

Diseluruh dunia, sebanyak 422,7 juta terjadi prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah diseluruh dunia. Penyakit Jantung Koroner menjadi penyebab kematian nomor satu. "17.7 juta penduduk atau 31 % dari seluruh kematian global meninggal akibat PJK" katanya.

"Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan keadaan kegawatdaruratan jantung yang memerlukan penatalaksanaan secara tepat dan cepat dalam upaya menurunkan angka kematian. Tenaga medis yang meliputi dokter, perawat dan petugas pendukung lainnya wajib berkelanjutan tingkatkan penatalaksanaan sehingga kompeten, handal , baik ditatanan pra pelayanan primer maupun intra RS.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.