Latih kesigapan BLS lewat Mandatory Training

Tugas utama petugas parkir tentu saja menjaga kendaraan dari para pengunjung. Itu petugas parkir di tempat lain. Tapi di lingkungan RSI Sultan Agung, petugas parkir, selain memberikan rasa aman bagi para pasien, pengunjung yang menitipkan kendaraan, juga harus kompeten untuk memberikan pertolongan kepada siapa saja yang mengalami keadaan emergency. Seperti misalnya kasus henti jantung atau gagal nafas. Lha, kan di lingkungan rs, tentu banyak perawat, dokter atau paramedis lain yang bisa menolong ? Iya betul, tapi tidak ada yang bisa menjamin ada pasien yang tiba-tiba mengalami kasus tersebut di tempat parkir atau di tempat lain yang bukan berada dalam jangkauan paramedis. Padahal, kunci penanganan seseorang yang alami kasus keawatdaruratan tersebut adalah kecepatan dan ketepatan tindakan.

Mengantisipasi hal tersebut, siapa saja yang bekerja (perawat, karyawan medis/non medis, petugas cleaning service dsb) di lingkungan RSI Sultan Agung wajib mengikuti mandatory training dengan materi Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar), Fire Safety (proteksi kebakaran), Hand Hygiene (Cuci tangan) dan Handling Complain (Penanganan komplain) setiap tahunnya.

Para perawat pun demikian. Mereka yang sehari-hari bergulat merawat pasien juga harus paham bagaimana memadamkan api dengan menggunakan APAR. Menyudahi paragraf ini, kita harapkan semoga saja semua kejadian yang tidak kita harapkan terjadi di lingkungan sekitar kita, termasuk di rs. Kalaupun terjadi, semoga semua petugas di rs, sigap menghadapi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.