Tiga tahun yang lalu badan kesehatan dunia (WHO) mencatat 422,7 juta orang terserang prevalensi penyakit jantng koroner (pjk) dan pembuluh darah diseluruh dunia. 17.7 juta penduduk atau 31 % dari seluruh meninggal karena pjk. Penanganan PJK bisa diatasi dengan kesigapan perawat saat memberikan pertolongan pertama. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) unit RSI Sultan Agung memiliki andil untuk menurunkan angka kematian dengan update pelatihan melalui seminar kegawatan kardiovaskuler.
Sambutan dari dr. Minidian Fasitasari, M.Sc, Sp.GK sebagai Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung. Apresiasi diberikan kepada panitia yang telah mencurahkan daya dan upaya untuk selenggarakan seminar ini. Harapan juga diberikan kepada peserta seminar untuk komitmen dalam angka penurunan mortalitas SKA.
 
Dokter Spesialis Jantung Paru Sultan Agung Cardiac Center , Pipin Ardhianto menjadi pemateri pertama dengan tema AV Node Dysfunction and Fascicular Block When it Need To Be Treated.
Penanggung Jawab IGD RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita, H. Ade Priyanto, S.Kep, Ners, Sp.KV dengan tema manajemen keperawatan pasien dengan Syndrom Koroner Akut (SKA) pra dan intra RS. RS harus inisiatori tim multidisiplin (meliputi dokter umum, dokter emergency, kardiolog, perawat, laboran) untuk mengembangkan protocol tertulis berdasarkan guideline dan spesifik institusi. Untuk triase dan menangani pasien prehospital di UGD dengan gejala STEMI.
 
Terakhir, praktisi dari RSI Sultan Agung, NS Deni Supriyanti, S.Kep Ners dengan edukasi EKG pada ACS.
Para pembicara dalam 1 frame. Ketiganya mementingkan penatalaksanaan pra rumah sakit. Kasus ini menjadi sangat krusial,penting bahkan menentukan keberhasilan pengobatan selanjutnya dan berpengaruh besar terhadap angka kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *