Karakteristik kanker dalam tubuh


 

Kanker adalah berkembangnya sel-sel dalam tubuh yang tidak terkendali. Sel kanker bersifat cepat menyebar ke organ vital. Musababnya kerusakan pada DNA sehingga mengakibatkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Para pakar masih berpendapat apa yang bisa menyebabkan mutasi tersebut. Tapi banyak yang berpendapat karena agen kimia ataupun fisik yang umum dikatakan karsinogen.

Munculnya satu sel kanker dalam proses yang relatif lama. Ditandai dengan penumpukan perlahan sel-sel yang telah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Jadi ada yang dikarenakan faktor eksternal ; radiasi bahan kimia ; ultraviolet ; karsinogen. Sedangkan faktor internal adalah kegagalan kesalahan penyusunan kembali sel dalam tubuh.



 
Pusat tindakan terapi pasien kanker


Kemoterapi

Merupakan pemberian zat atau obat sitotastik secara tertentu kepada penyintas kanker.

Tips bagi penyintas kanker pasca dilakukan kemoterapi adalah banyak konsumsi daging, sayuran : bayam, kol, lobak, kentang, brokoli dan sawi. Kacang-kacangan semisal kacang polong, kacang panjang dan almond. Kuning telur, buah-buahan dan puding. Sebaliknya, makanan yang berbumbu tajam, alkohol, rokok makanan yang dibakar atau makanan instan berpengawet dianjurkan untuk dihindari.

Pembedahan

Dilakukan pada stadium dini : mastektomi simple, radikal mastektomi, mastektomi radikal modifikasi dan Breast Conserving Surgery(BCS). Stadium lanjut lokal : perlu radioterapi, kemoterapi atau diteruskan mastektomi.



 
 

Edukasi ragam kanker

Kanker Usus
Penyebab pasti belum diketahui. Diduga berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan. Beberapa faktor resiko yang berperan dalam terjadinya kanker usus : Kurang konsumsi buah dan sayur ; Makan rendah serat dan tinggi lemak ; Gaya hidup santai jarang olahraga ; Minuman Beralkohol dan merokok.

Bila sebelumnya ada penyakit radang usus besar, dianjurkan untuk melalukan biopsi berkala. Gunanya mendeteksi dini adanya perubahan sel-sel ke arah keganasan (dysplasia premalignansi) dan dapat dilakukan penelitian (surveilan) tahunan oleh seorang ahli.

Untuk pasien dengan gejala ada darah dalam tinja disertai lendir, kadang-kadang gejala tersebut dianggap sebagai wasir (Ambeien) atau disentri amoeba sehingga diagnosa terlambat.

Oleh karena itu gejala tersebut diatas harus dianggap sebagai kanker usus besar sampai dibuktikan bahwa itu bukan kanker. Penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan.

Pengobatannya

  • Pembedahan (operasi) selama masih memungkinkan.
  • Pengobatan penunjang
  • Obat pembunuh sel-sel kanker (sitostika atau kemoterapi)
  • Penyinaran (radio terapi)
  • Kanker usus besar-Dubur yang ditemukan secara dini dapat disembuhkan dengan pembedahan.
  • Kanker Serviks
    Adalah keganasan yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Serviks adalah bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak vagina.

    Di Indonesia, kanker serviks merupakan keganasan tertinggi yang ditemukan pada wanita selain kanker payudara. Diperkirakan di dunia , kematian akibat kanker serviks terjadi pada 1 wanita setiap 2 menitnya.

    Pada stadium dini, memiliki angka keberhasilan pengobatan yang sangat baik. Sayangnya kebanyakan penderita kanker serviks di Indonesia sudah datang dalam keadaan lokal lanjut.

    Virus Human Papiloma atau HPV. Yang bersifat onkogenik. Paling sering HPV type 16 dan 18.

    Perkembangan sel kanker serviks dimulai dari proses perubahan sel epitel normal serviks sehingga menjadi kanker terjadi secara bertahap dan membutuhkan waktu.

  • Sel epitel serviks mengalami perubahan menjadi lesi pre kanker sebelum akhirnya menjad kanker yang invasif.
  • Lesi prekanker ini dapat dideteksi dini dengan pemeriksaan IVA atau papsmear.

    Karena letaknya dekat rectum dan buli, kanker dapat meluas ke daerah panggul (pelvis). Jika sudah berlanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ yang jauh seperti kelenjar getah bening diluar pelvis, paru dan lainnya.

    Penanda kanker serviks, hubungan seksual sejak dini ; berganti-ganti pasangan seksual (baik diri sendiri atau pasangannya) ; merokok dan melemahnya sistem imun

    Deteksi dini kanker serviks dikenali dari pemeriksaan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) dan papsmear.

    Pengobatan

  • Cryotheraphy atau kauterisasi , tanpa harus operasi.
  • Pada stadium dini, diberikan terapi pembedahan
  • Kombinasi radiasi dan kemoterapi

    Yang bisa kita lakukan mengurangi resiko kanker serviks

  • Pola hidup sehat
  • Hindari rokok
  • Hindari perilaku berisiko tinggi (hubngan seksual usia dini dan bergonta ganti pasangan
  • Vaksin HPV dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV
  • Screening rutin
  • 2 Comments

    1. Marni says:

      Daftar onlain

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *