Bebas nyeri, Aktivitas berjalan bebas
 
Bebaskan nyeri tanpa ketergantungan obat-obatan


 
 

Dewasa ini, umum kita temui seseorang dengan macam nyeri pada tubuhnya. Tingkat kesakitannya pun bermacam-macam. Ada yang ringan seperti nyeri karena benturan. Juga ada yang tergolong berat. Seperti nyeri neuropatik karena sarafnya yang rusak. Nyeri bisa disebabkan karena multiple factor. Biasanya ada jaringan yang rusak, karena benturan atau sakit, jatuh hingga peradangan. Atau karena tumor, desakan organ yang mendesak syaraf tulang belakang, atau karena penanganan luka yang tidak tuntas sehingga dianggapnya sudah sembuh namun masih merasakan sakit.

Jadi apa itu sebenarnya nyeri ? Nyeri merupakan perasaan tidak nyaman karena ada satu kerusakan yang menyerang sel yang terdapat di seluruh tubuh. Rasa sakit dimulai dari sakit pada saraf tepi yang dilanjutkan ke saraf pusat sampai ke otak. Sekarang nyeri itu sudah masuk tanda vital yang kelima, Artinya, kalau itu terganggu organ vital, maka kaitannya dengan nyawa. Lainnya tekanan darah, pernafasan, suhu, kesadaran, dan nyeri.

Sayangnya, ada satu pola pikir masyarakat yang perlu diluruskan. Yakni, kalau tetiba merasakan nyeri, seseorang langsung memberikan obat pereda nyeri yang banyak dijual bebas di apotek atau warung. Memang hasilnya ces pleng. Tapi tahukah mereka dalam jangka waktu lama pemakaian obat-obatan tersebut akan merusak organ dalam tubuh seperti lambung, ginjal dsb. Hal itu karena efek dari obat anti-nyeri berdosis tinggi. Pertanyaan selanjutnya, apakah sumber penyakitnya dapat disembuhkan ? Dengan tiadanya diagnosa penyakit, tentu konsumsi obat-obatan tersebut tidak akan menjadi penyembuh penyakitnya. Malahan bisa menimbulkan masalah baru.

Dipilihnya obat-obatan yang dijual bebas di pasaran dikarenakan adanya “referensi” dari orang lain ketika mengalami hal yang sama. Mereka bilang “cocok dengan obat tertentu”. Akhirnya, seseorang yang percaya dengan pengalaman orang yang “sembuh” akan melakukan hal yang sama (minum obat yang sama). Terkait kebiasaan ini, ada beberapa hal yang perlu kita cermati. Pertama, adalah obat warung yang terkadang tidak pas antara jenis penyakit dengan komposisi obat. Kedua, adalah kecenderungan pada satu obat dengan tidak mengerti sama sekali sebenaranya sakit apa yang dideritanya.



LINGKUP PELAYANAN SULTAN AGUNG PAIN CENTER

Medial Branch Ablasi Lumbal dengan C-arm, USG dan RF
Sympathetic Chain Block
Lumbal dan thorakal dengan C-arm dan RF
Transforaminal Dorsal Root Ganglion (DRG) Lumbal dan thoracal dengan C-arm dan RF
Medial Branch Block cervical, Thoracal dan lumbal dengan C-arm, USG dan RF
Ganglion Impar Block dengan C-arm dan RF
Splancnik Ganglion Ablasi/Neurolisis
Hipogastrik ganglion Ablasi
Pulsed Radio Frequency (PRF) Ganglion Gaseri , Ganglion Spinopalatina da Ganglion Stelata (C-arm + RF)
Sacro illiaca Joint Injection C-arm
Injection Intra Articular (USG)
Trigger Point Injection Musculus Besar dan kecil (USG)
Geniculatum Block dengan C-arm , USG dan RF
Great Occipital Nerve Block dengan C-arm, USG dan RF
Intervensi pain di Sultan Agung Pain Center


Untuk metode terkini penanganan nyeri, ada intervensi yang dilakukan dengan menghambat nyeri di salah satu titik. Apakah di awal, tengah, atau akhir. Sedangkan pada awal luka, tulang belakang, bisa juga dihambat di area sebelum masuk ke otak.

Misalkan ada seseorang yang mengalami nyeri pinggang bawah atau dalam dunia medis dikenal dengan Low Back Pain (LBP). Ketika seseorang mengalami LBP, ada beberapa hal yang dirasakan. Yakni sendi facet lumbal, sendi sacroilliaca, syndrome priformis dan nyeri pinggang bawah yang menjalar hingga anggota gerak bawah.

Pertama kali yang kami lakukan, adalah menentukan lokasi nyeri secara akurat . Nah, bila sudah diketemukan lokasi nyeri, kami menyuntikkan obat anti peradangan dan penghilang rasa sakit yang ditujukan langsung ke daerah lokasi nyeri tulang belakang. Tindakan itu diikuti dengan metode pain management with Percitaneous Radio Frequency Denervation. Yakni metode untuk kurangi nyeri pada pasien yang alami penekanan discuss ringan (discogenic pain).



Bila ada pasien dengan derajat kesakitan yang tidak terlalu parah, tim dokter akan melakukan PCEN Technique (Percutaneous Cervical Epidural Neuroplasty). Penggunaan kateter PCEN ini bagi pasien dengan indikasi terjepit ringan. Dilanjutkan dengan menyemprotkan tiga jenis obat: Obat pereda nyeri, anti peradangan dan anti perlengketan.

Selain pasien HNP, intervensi nyeri memungkinkan juga dilakukan pada seseorang nyeri sendi, otot, punggung dan leher ; kepala ; wajah ; anggota gerak yang menjalar ke beberapa anggota tubuh seperti tangan atau kaki dan sebagainya.



Tim Dokter Sultan Agung Pain Center

dr. Said Shofwan, Sp.An, FIPP


Fellow of International Pain Practice

dr. Wignyo Santosa, Sp.An, KIC, FIPM


dr. Wijiono, Sp.OT (K), Hip and Knee


52 Comments

  1. Muhammad Falah says:

    Assalaamu’alaikum warohmatullah wabarokaatuh.
    Ibu kami pernah melakukan operasi persendian kaki beberapa tahun lalu karena jatuh dan tulang pinggulnya retak. Setalah operasi bisa berjalan kembali dengan mengkonsunsi obat pereda nyeri. Beberapa bulan lalu terjadi pendarahan pada lambungnya, sehingga sekarang tidak diperblehkan lagi minum obat pereda nyeri. Sekarang ibu kami usia 83 tahun selalu merasakan sangat nyeri pada kakinya bila bergerak sehingga beliau hanya bisa berbaring saja. Kami ingin menanyakan kepada dokter siapa/apa untuk berkonsultasi dan jadwalnya? Apakah kami bisa konsultasi awal tanpa membawa ibu kami dahulu?
    Terima kasih sebelumnya.
    Salam.

    • admin says:

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh sdr M Falah, terima kasih atas pertanyaan anda. Berdasarkan apa yang anda sampaikan, kami sarankan untuk pasien dapat berkonsultasi atau melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis nyeri kami di klinik nyeri / pain center. Untuk konsultasi dengan dokter, harus dengan pasien karena kondisi pasien lah yang nantinya akan diperiksa oleh dokter. Untuk jadwal dokter klinik nyeri dapat anda lihat pada website ini pada halaman jadwal dokter sultan agung pain center atau klik disini. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline kami di nomor 0821 1155 2424. Terima kasih atas kepercayaan anda, semoga sehat selalu dan semoga informasi ini dapat membantu. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *