Mahasiswa UMS belajar pengelolaan sistem farmasi

Pengadaan obat adalah kegiatan dalam penyediaan obat atau kegiatan pembekalan farmasi. Ada lima model. Yaitu tender, penunjukan, just in time, produksi dan hibah.

Sistem pengadaan erat kaitannya dengan formularium. Sementara formularium adalah pemilihan obat yang akan digunakan didalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Seleksi ini dilakukan oleh Komite Farmasi Terapi (KFT).

Segala hal yang berkaitan dengan sistem di farmasi, dipelajari oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) dalam praktek kunjungan lapangan ke RSI Sultan Agung belum lama ini.

Berikutnya yang dipelajari oleh mahasiswa Farmasi UMS Solo adalah formularium. Secara ringkas, formularium berisi daftar obat yang masuk dalam periode 1 tahun dan digunakan dalam pelayanan kesehatan di sebuah Rumah Sakit (RS). "Periode penggunaan Formularium selama 1 tahun. Diawali dengan pembuatan, penyusunan, penggunaan, evaluasi dan monitoring kepatuhan formularium."kata petugas farmasi RSI Sultan Agung, Muhammad Maskur Setiaji, S.Farm, Apt

Mahasiswa Farmasi UMS juga berkesempatan melihat lebih dekat proses penerimaan obat langsung di instalasi farmasi.

"Proses penerimaan dilakukan dengan pengecekan saat penerimaan pembekalan farmasi di depo farmasi. Pengecekan saat obat khusus (Narkotika, Psikotropika, Perkusor) di depo farmasi logistik."ujarnya di depo instalasi farmasi rawat inap.

Jika tahapan penyimpanan selesai, obat segera disimpan. "Kita juga memiliki prosedur tersendiri. Semisal Penyimpanan obat khusus (narkotika, psikotropika ). Penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan obat. Penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO. Penyimpanan berdasarkan stabilitas obat dan penyimpanan berdasarkan kelas terapi.