Mendapatkan keturunan berkualitas dari pasangan berkualitas

RRI gandeng RSI Sultan Agung untuk jadi narasumber dialog kesehatan
August 12, 2016
RRI dan RSI Sultan Agung cegah global warming meluas
August 26, 2016
Show all

IMG_0220Sebagai bentuk ikhtiar membantu pasangan yang belum dikaruniai keturunan, RSI Sultan Agung membuka pelayanan Sultan Agung Fertility Center (SFC). “SFC merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan menjaga kesehatan reproduksi pasangan yang dalam kurun waktu tertentu belum dikaruniai anak” ujar Dokter Spesialis Andrologi Sultan Agung Fertility Center, Taufiqurrahman dalam acara launching di RSI Sultan Agung, Senin (8/8).

Dalam kesempatan itu Ia juga mengikis mitos wanita selalu disalahkan bila ada kasus kemandulan. Padahal, keduanya (suami dan istri) sama-sama memiliki faktor pemicu infertilitas. Biasanya, laki-laki yang alami infertilitas karena kelainan sperma, abnormalitas ejakulasi dan ereksi, infeksi pada alat reproduksi. Dari faktor perempuan disebabkan gangguan ovulasi” lanjutnya.

Penanganan pasangan infertilitas di Sultan Agung Fertility Center , lanjut Taufiqurrahman akan ditangani oleh dokter ahli andrologi, embriologi, patologi klinik, ginekologi dan disupport oleh ahli urologi. “Semua fasilitas pemeriksaan, laboratorium untuk analisa dan preparasi dan tempat pengeluaran sperma (ruang fantasi) terintegrasi menjadi satu. Ini akan menambah kenyamanan serta privacy dari setiap pasangan yang sedang pemeriksaan” ujar Taufiqurrahman.

Hanya saja, menurut Taufiqurrahman, kendala yang dihadapi adalah banyak pasangan yang enggan periksa ke layanan reproduksi sehat karena malu. Padahal dengan diperiksa di layanan reproduksi sehat akan diketahui apa penyebab infertilitas.

Layanan IUI
Sementara itu embriolog klinik Sultan Agung Fertility Center dr Meidonna N Millarossa MCE memaparkan salah satu fasilitas unggulan dalam layanan ini adalah IUI (Intra Uterine Insemmination). “Yakni serangkaian prosedur penempatan sperma suami yang sudah dipersiapkan dalam organ reproduksi istri dengan tujuan meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Prosedur ini dilakukan ketika masa subur seorang istri” lanjutnya.

Proses transfer ke dalam rahim istri, kata dr Meidonna dengan menggunakan kateter khusus yang lembut.” Jadi tidak ada alasan takut untuk periksa” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.