Mewaspadai beberapa penyakit yang muncul pasca lebaran

Memaknai Al Qur’an sebagai pembeda Hak dan Bathil
May 24, 2019
Sayangi ginjal dengan bijak konsumsi obat-obatan
June 10, 2019
Show all
Puasa selesai. Kita kembali merayakan idul fitri yang identik dengan makan-makan. Barangkali kita masih beranggapan idul fitri adalah saatnya balas dendam setelah 1 bulan menahan lapar dan dahaga. Jika kebiasaan itu diteruskan, potensi terjadinya displidemia. Yakni merupakan peningkatan kadar lemak dalam darah melebihi angka normal. Ditandai peningkatan kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, kadar trigliserida lebih dari 200 mg/dl, kadar LDL lebih dari 150 mg/dl dan kadar HDL pria > 40 mg/dL,wanita > 50 mg/dL.

Penyebab utamanya adalah buruknya pola hidup yang menyebabkan metabolisme lemak didalam tubuh menjadi tidak efektif dan terjadi penimbunan lemak berlebih di dalam tubuh. Itulah yang terjadi pada seseorang yang tanpa kontrol mengkonsumsi sembarang makanan kala lebaran.

Apalagi saat lebaran kita melupakan gaya hidup sehat semisal berolahraga, makan sayur dan buah-buahan.

Displidemia membawa kita pada peningkatan Kolesterol jahat (LDL) dan Penurunan kolesterol baik (HDL). LDL bersifat aterogenik, merusak pembuluh darah dan mudah melekat pada pembuluh darah. Bila berkepanjangan menyebabkan penumpukan lemak yang lambat laun mengeras dan menyumbat pembuluh darah yang disebut dengan aterosklerosis.

Penumpukan ini berpotensi pada munculnya hipertensi, stroke dan penyakit jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *