Motivasi tepat bisa hilangkan depresi pgk

RSI Sultan Agung diminta aktif berantas katarak
May 9, 2018
Kurangi kantuk dan lelah saat puasa dengan cara ini
May 18, 2018
Show all
 
 
Aktivitas menjalani terapi di rumah sakit (rs) yang dijalani rutin bisa menjadi sesuatu yang membosankan. Bisa sebabkan depresi yang ujungnya memperberat penyakitnya. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin sebabkan kematian. Tapi bagi Teguh (48), penderita gagal ginjal kronis (ggk) yang melakukan hemodialisa (cuci darah) saban Senin dan Kamis lima tahun terakhir ini, punya kiat tersendiri supaya menyenangkan. "Saya memotivasi diri saya sendiri jika akan ke rs layaknya pergi ke salon. Seperti seorang artis yang melakukan perawatan tubuh" katanya di sesi sharing pasien dalam "seminar penatalaksanaan terkini pasien ginjal" Sabtu (12/5). Teguh tidak sendiri, ada 2 orang lain survivor penyakit ggk. Keduanya silih berganti memberikan kiat tetap survive saat hemodialisa. Beberapa survivor ggk sengaja dihadirkan dalam seminar yang diadakan di Hall Direksi. Tujuannya memberikan motivasi kepada penderita ggk lain untuk tetap semangat saat jalani hemodialisa.
Pengelolaan pgk terkini Dalam seminar yang diadakan di hall direksi menghadirkan 3 narasumber untuk mengupas ggk dari beberapa sisi. Pertama, dr. Minidian Fasitasari, M.Sc, Sp.GK yang mengupas gizi bagi penderita ggk. Beberapa hal yang disampaikan dr Minidian antara lain diet natrium dengan cara kurangi garam dapur, penyedap rasa, makanan instan dsb. Materi berikutnya dr. Istiqomah, Sp.KF, SH, MH.Kes tentang aspek medikolegal pada pasien ggk. Ketika 90 persen atau lebih fungsi ginjal bermasalah, maka hanya transplantasi dan hemodialisa yang dianjurkan untuk memperpanjang dan memaksimalkan kualitas hidup pasien. "Di Indonesia perlu kehati-hatian ketika melakukan transplantasi. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, tercantum hukuman bila melakukan transplantasi tanpa keahlian ataupun dengan unsur kesengajaan. Terakhir Pengelolaan penyakit ginjal kronis oleh DR dr H Shofa Chasani, Sp.PD, KGH, FINASIM. Hemodialisa merupakan sebuah terapi untuk membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui sebuah alat yang dinamakan dialysis. "Namun, hemodialisa bukan merupakan suatu terapi untuk menyembuhkan. Hemodialisa dilakukan hanya untuk mempertahankan kehidupan dan kesejahteraan pasien sampai fungsi ginjal pulih kembali" paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *