Obat Generik, Obat Murah yang Dilupakan

Mengenalkan prinsip gizi seimbang di usia dini
January 31, 2019
Penanganan luka supaya lekas sembuh
February 6, 2019
Show all

Obat Generik hingga saat ini masih dilakukan sosialisasi oleh pemerintah hingga ke pelosok-pelosok desa. Langkah ini dijalankan dengan tujuan masyarakat agar lebih mengetahui antara obat generic dan obat paten. Pemerintah mengajak masyarakat agar lebih paham beda antara keduanya. Obat generik lebih murah harganya daripada obat-obat paten, tetapi memiliki khasiat yang sama. Sebenarnya obat generic secara kimia mengandung sejumlah zat aktif atau kompisisi yang sama dengan obat paten, dan telah dibuktikan sama dalam keamanan serta khasiatnya.

Obat generic merupakan duplikasi dari obat aslinya namun berharga lebih ekonomis, karena perusahaan yang memproduksinya tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk penelitian dan pengembangan. Obat generic juga mendapatkan subsidi dari pemerintah dalam proses produksinya.

Kemasan obat generic dibuat biasa dengan tujuan untuk melindungi produk obat yang ada didalamnya. Namun, beda lagi dengan bermerek dagang yang kemasannya dibuat lebih menarik dengan berbagai desain warna. Oleh karena itu obat paten harganya lebih mahal daripada harga obat generic.

Ada persamaan dan perbedaan antara obat generic bermerk dengan obat paten/original. Keduanya memiliki kesamaan memiliki ketersediaan hayati maupun efek terapi di dalam tubuh yang sama. Keduanya mengandung zat aktif yang sama, bentuk sediaan yang sama serta digunakan dengan cara yang sama. Keduanya dikatakan berbeda dalam hal bentuk, warna, aroma, kemasan dan zat tambahan lainnya.

Obat generic juga dapat memberikan efek samping yang bisa disebabkan adanya perbedaan zat tambahan yang digunakan pada pasien yang menderita reaksi alergi terhadap zat tersebut. Namun sebagai konsumen, masyarakat tidak perlu khawatir karena dalam proses produksinya selalu diawasi oleh BPOM (Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan). BPOM memiliki standarisasi yang harus dipatuhi untuk setiap obat.

Obat generic juga harus lulus uji biovailabilitas/bioekivalensi (BA/BE) dengan tujuan untuk menjaga mutu obat generic. Studi BE dilakukan untuk membandingkan profil pemaparan sistematik (darah) yang memiliki bentuk tampilan berbeda-beda (tablet, kapsul, sirup, salep, dan sebagainya) dan diberikan melalui rute pemberian yang berbeda-beda. Sedangkan pengujian BA dilakukan untuk mengetahui kecepatan zat aktif dari produk obat diserap oleh tubuh ke system peredaran darah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *