Pelajar belajar Bantuan Hidup Dasar

Leptospirosis yang mengintai di tengah intensitas hujan tinggi.
January 17, 2019
Sistem perlindungan penyakit akibat kerja.
January 28, 2019
Show all

Bisakah kita memberikan jaminan di sebuah tempat benar-benar bebas dari kasus kecelakaan ? Hal itu sangatlah sulit. Mengingat kecelakaan yang berujung pada kematian dan kecacatan bisa terjadi dimana dan kapan saja.

Pun demikian di sekolah tetap menyimpan potensi kecelakaan. Semisal tersengat listrik, pingsan, jatuh dari ketinggian tertentu. Pemahaman inilah yang coba ditanamkan oleh siswa SMP 4 Sultan Agung Semarang belum lama ini oleh tim medis RSI Sultan Agung.

Kita mengharapkan siapa saja orang yang berada di dekat korban-baik itu guru dan siswa-bisa memberikan pertolongan pertama agar korban terhindari dari kematian atau kecacatan."kata Eko Herwanto, S.Kep, perawat senior dari RSI Sultan Agung.

Eko dan anggota tim, lantas memberikan kiat menyelamatkan seseorang yang terkena kasus kegawatdaruratan.

Kasus yang terkena luka bakar segera jauhkan dari sumber api. Lanjutkan dengan mematikan api di pakaian dengan berguling atau padamkan dengan kain basah. "Ingat, jangan berikan mentega, kecap, minyak goreng pada luka bakar. Karena itu bisa sebabkan infeksi. Bersihkan luka segera." kata Eko.

Mimisan, yang bisa ditemui pada kasus kecelakaan, terbentur benda bisa ditolong dengan memposisikan penderita untuk duduk. Pencet hidung dengan lembut selama 10-15 menit anjurkan penderita untuk bernafas lewat mulut."katanya.

Pada kasus henti napas, tim perawat RSI Sultan Agung menganjurkan segera meminta bantuan pada tenaga medis atau ambulan terdekat. "Tapi bila ada orang awam terlatih bisa lakukan kompresi untuk membuka jalan napas." ujarnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.