Pemeriksaan Ibu Hamil di Masa Pandemi

Video Peringatan Hari Aids Sedunia 2020
December 3, 2020
Pengumuman Hasil Tes Keterampilan Calon Pegawai RSI Sultan Agung Banjarbaru
December 16, 2020
Show all

Sebagian besar ibu hamil mungkin merasa enggan melakukan pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19 karena takut terinfeksi virus covid-19. Padahal, pemeriksaan kehamilan di tengah pandemi virus corona tetap perlu dilakukan. Asalkan tetap mengikuti prosedur pemeriksaan kehamilan saat pandemi yang aman agar ibu hamil tidak terinfeksi virus corona.

Pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19, apakah perlu dilakukan?

Masifnya penyebaran virus corona Covid-19 tentu menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan, terutama bagi para ibu hamil. Faktanya, ibu hamil tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan saat pandemi virus Covid-19, meskipun tidak sesering biasanya. Sejumlah rumah sakit, dokter kandungan, atau bidan pun melakukan beberapa penyesuaian terhadap jadwal pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19.

 

Ibu hamil penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mengenai perubahan jadwal pemeriksaan kehamilan rutin ini. Dokter kandungan juga akan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda, janin, dan risiko komplikasi yang mungkin ditimbulkan. Anda juga perlu menunda pemeriksaan kehamilan di tengah pandemi virus Covid-19 apabila memiliki gejala Covid-19 atau ada anggota rumah yang mengalami gejala Covid-19. Dengan ini, jadwal periksa hamil dapat ditunda selama 14 hari. Terlebih pada usia kehamilan trimester akhir, ibu hamil akan mengalami perubahan fisiologis dan imunologis sehingga menyebabkan Anda lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, termasuk infeksi virus corona.

 

Jadwal pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19 yang disarankan

Jika tak ada keperluan mendesak, ibu hamil dianjurkan untuk tidak bepergian ke luar rumah selama pandemi Covid-19, termasuk ke rumah sakit. Meski demikian, pemeriksaan kehamilan tetap perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui jika ada gangguan atau risiko komplikasi pada kehamilan dan dapat segera mengatasinya. Nah, berikut ini adalah jadwal pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19 yang disarankan:

 

  1. Usia kehamilan trimester pertama

Saat usia kehamilan trimester pertama, ibu hamil cukup menjalani satu kali pemeriksaan kehamilan, yakni saat usia kandungan memasuki 11-13 minggu. Pada kunjungan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan laboratorium untuk mendeteksi kelainan yang mungkin dialami oleh ibu hamil dan janin. Jika usia kehamilan masih kurang dari 11 minggu, Anda belum perlu melakukan kunjungan ke dokter kandungan.

 

  1. Usia kehamilan trimester kedua

Pada usia kehamilan trimester kedua, Anda hanya perlu melakukan kunjungan ke dokter satu kali untuk melakukan pemeriksaan USG kehamilan. Tepatnya, pada usia kandungan 20 minggu. Pemeriksaan USG ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi perkembangan organ-organ tubuh bayi Anda.

 

  1. Usia kehamilan trimester ketiga

Jadwal pemeriksaan kehamilan saat pandemi Covid-19 pada usia trimester ketiga tentu harus lebih sering dilakukan karena sudah mendekati waktu persalinan. Jadwal pemeriksaan kehamilan pada usia ini adalah sebagai berikut:

  • Satu kali pada usia kehamilan 28 minggu
  • Satu kali pada usia kehamilan 32 minggu
  • Satu kali pada usia kehamilan 36 minggu
  • Seminggu sekali sejak usia kehamilan 37 minggu hingga waktu persalinan tiba

 

Kapan harus segera memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan?

Meski belum waktunya pemeriksaan kehamilan rutin, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan apabila mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Muntah hebat
  • Nyeri kepala hebat
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak merasakan gerakan janin
  • Perdarahan dari vagina
  • Kontraksi atau nyeri perut yang hebat
  • Pecah ketuban
  • Kejang

 

Cara melindungi diri agar ibu hamil tidak tertular infeksi virus corona saat periksa kehamilan

 

Jika ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan rutin selama pandemi Covid-19, pastikan Anda melakukan beberapa tips berikut ini untuk mengurangi risiko penularan penyakit:

  • Gunakan masker bila harus bepergian ke luar rumah
  • Menggunakan kendaraan pribadi saat pergi ke klinik atau rumah sakit
  • datanglah mendekati waktu konsultasi dokter sehingga Anda tak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit
  • Selalu cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik. Baik setelah dari kamar mandi, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk. Termasuk saat masuk atau keluar area klinik atau rumah sakit
  • Jika tidak tersedia air mengalir dan sabun, cuci tangan menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%
  • Menjaga jarak dengan orang lain, setidaknya 1 meter, terutama dengan orang yang sedang batuk atau bersin
  • Segera ganti baju, mandi, dan keramas saat tiba di rumah

 

Selain itu, langkah-langkah perlindungan tambahan juga perlu dilakukan oleh ibu hamil, yakni dengan menerapkan pola hidup bersih sehat, desinfeksi permukaan benda yang sering disentuh di rumah, serta tetap memantau diri sendiri dari gejala virus covid-19.

 

Ibu hamil sebaiknya tetap perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin meskipun di tengah pandemi Covid-19. Pastikan sebelum berkunjung ke rumah sakit Anda membuat janji dengan dokter kandungan secara online terlebih dahulu. Dengan ini, Anda dapat datang sesuai waktu yang telah ditentukan dan tidak perlu berlama-lama berada di klinik atau rumah sakit. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan baik saat melakukan pemeriksaan kesehatan saat pandemi Covid-19 baik di rumah sakit dan saat tiba di rumah.

RSI Sultan Agung telah menerapkan protokol kesehatan sesuai adaptasi kebiasaan baru yakni mewajibkan pengunjung, pasien, maupun tenaga kesehatan menggunakan masker. Penyemprotan disinfektan ruangan dan sterilisasi fasilitas rumah sakit.

RSI Sultan Agung juga telah melakukan pemasangan barrier di meja petugas poliklinik, agar petugas aman dan pengunjung sehat.

Selain itu, langkah–langkah antisipasi lainnya diantaranya menyiapkan SDM, APD, Penguatan SOP, dan penyempurnaan alur pelayanan, serta telah menyiapkan penetapan zona merah, oranye, kuning, hijau, monitoring kedisiplinan pemakaian APD.

Comments are closed.