Penanganan aritmia kini bisa dilakukan di Sultan Agung Cardiac Center

Launching komunitas cerebral palsy
May 6, 2019
Panduan puasa tetap sehat dan bertenaga
May 15, 2019
Show all

Organ jantung memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh. Saat memompa, terjadi proses detak jantung. Jika dalam keadaan normal, detak jantung berjalan tidak terlalu cepat, maupun terlalu lambat ( 60-100 x per menit ). Merupakan masalah bila detak jantung tidak normal dan tidak beraturan. Seseorang dengan kondisi ini biasanya keluhannya bervariasi, antara lain, sering berdebar, lemas, pusing, sesak napas, nyeri dada, hampir pingsan bahkan sampai pingsan.

Dokter mendefinisikan penyakit tersebut dengan aritmia yaitu adanya gangguan listrik atau irama jantung.

Pertanyaan berikutnya, apakah ini tergolong bawaan atau ada beberapa faktor risikonya ? Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Sultan Agung Cardiac Center Adhitia Budy Prakoso memaparkan kondisi yang bisa menimbulkan aritmia antara lain kongenital/bawaan, ketidakseimbangan kadar elektrolit seperti kalium dan magnesium, efek samping obat-obatan, Hipertensi / tekanan darah tinggi, Jantung koroner, riwayat operasi jantung, kelainan pada katup jantung, gagal jantung, dan kerusakan jantung lainnya merupakan faktor risiko dari hampir segala jenis aritmia.

Di Sultan Agung Cardiac Center dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan Ekokardiografi untuk melihat anatomi dan fisiologi jantung. Dilanjutkan Elektrokardiogram (EKG) yang bisa merekam aktivitas listrik / irama jantung sesaat dan Holter monitoring yang merekam aktifitas listrik dari jantung selama 24 jam ataupun lebih.



 

Dari serangkaian pemeriksaan ini, dokter akan menganalisis seberapa jauh tingkat keteraturan irama jantung maupun adanya suatu aritmia beserta penyebabnya. Jika sudah ditemukan dan dianalisis penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan Studi Elektrofisiologi (SE), yaitu pemeriksaan untuk memetakan penyebaran impuls listrik di dalam jantung. Dokter akan memasukkan kateter elektroda ke beberapa ruang di dalam jantung untuk kemudian didapatkan pemetaan listrik jantung yang abnormal.

Penanganan Aritmia

Sejatinya, aritmia bisa disembuhkan tanpa ketergantungan dengan obat-obatan. Dokter akan memberikan tindakan jika dianalisa berpotensi menjadi lebih buruk, menurunkan kualitas hidup pasien dan dapat menyebabkan kematian.

Dirut RSI Sultan Agung dr. H. Masyhudi AM, M.Kes memaparkan Sultan Agung Cardiac Center yang memiliki Cathlab intervensi dan elektrofisiologi, tengah mengembangkan ablasi sebagai penanganan kasus-kasus Aritmia. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan beberapa kateter dengan panduan X-ray melalui pembuluh darah di kaki menuju ke beberapa ruang jantung. Ketika kateter berhasil menemukan sumber gangguan listrik jantung yang menyebabkan aritmia, maka dokter dengan bantuan kateter tersebut akan mematikan sumber aritmia dengan cara memberikan sejumlah energi radiofrekuensi.

Tindakan ablasi ini diklaim paling aman karena tidak dilakukan dengan operasi terbuka dan hanya memberikan anesthesi lokal. Setelah ablasi, pasien pun bisa kembali beraktivitas dan terbebas dari aritmia maupun obat-obatan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *