Perhatikan periode emas supaya anak tidak alami stunting

Edukasi kesehatan reproduksi, agar remaja terhindar penyakit seksual
February 21, 2018
Infeksi kronik pada tonsil
February 25, 2018
Show all

Perkembangan tumbuh kembang anak-anak menjadi perhatian utama ibu-ibu di zaman now.  Seringkali, yang menjadi patokan adalah tinggi anak-anak. Mereka (ibu-ibu) membuat perbandingan tinggi anaknya dengan teman sebayanya yang sama jenis kelamin dan umurnya. Jika anaknya lebih pendek (stunting) daripada sebayanya, rerata ibunya akan mengeluhkan “kenapa kok kamu tidak sama dengan lainnya. Ada yang salahkah dengan perkembangannya ? ”

Stunting menjadi bahasan hangat diantara ibu-ibu belakangan ini. Ada beberapa hal yang diketahui sebelum kita terpapar oleh mitos keliru tentang stunting.
“Stunting itu dipengaruhi oleh faktor ibu. Ibu yang pendek (kurang dari 150 cm) dan menikah kurang dari 19 tahun cenderung melahirkan anak yang pendek.” kata Siti Nur Hidayati,S.Gz dalam sesi edukasi kesehatan di RSI Sultan Agung belum lama ini.
Faktor ibu dominan soal stunting. Hida menyebut, pertambahan berat badan selama hamil yang dibawah standar serta kurangnya asupan gizi memicu lahirnya bayi pendek.
Baru berikutnya adalah faktor asupan gizi pada bayi yang baru dilahirkan. “Upaya intervensi gizi untuk untuk balita sebaiknya difokuskan pada kelompok 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran). Meliputi 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama setelah bayi dilahirkan” ujarnya.
Periode Emas
Periode ini disebut Hida-sapaan Siti Nur Hidayati-sebagai periode emas. “Sampai usia 6 bulan, bayi sebaiknya diberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Baru berikutnya diberikan makanan pendamping sembari ASI nya diteruskan” lanjutnya.
Pun demikian dengan ibu hamil. Ibu hamil perlu mendapat makanan yang baik , sehingga diperlukan makanan tambahan.
Terakhir, yang perlu dilakukan menurut Hida jika ingin terhindar dari stunting adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). “PHBS menurunkan kejadian sakit terutama infeksi yang dapat membuat energi untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh saat hadapi infeksi” tutur Hida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *