Persamaan Rhinitis Alergi dan Asma dari sisi patofisiologi

Komitmen bersama perawat kurangi angka mortalitas SKA
March 27, 2019
Tahapan perjalanan virus HIV hingga menjadi penyakit mematikan
April 3, 2019
Show all

Rhinitis Alergi (RA) menjadi problem serius di tengah-tengah masyarakat kita. Sebuah penelitian menyebutkan sebanyak 25,5% anak yang menderita alergi. Rinitis alergi 9,0 %, asma 6,9%, dermatitis atopi 4,9% dan urtikaria 4,5%.

Rhinitis Alergi (RA) dan Asthma adalah dua kondisi yang berkaitan dan dihubungkan melalui satu jalan napas yang sama. Terjadi overlapping, jaringannya sama dan melalui proses inflamasi yang sama. Pencetusnya juga sama. Faktor luarnya serbuk sari. Untuk alergen indoornya berasal dari debu tunggal, bulu hewan dan serangga (alergi kecoa dsb).

RA dan Asma saling berbagi sel dan mediator inflamasi. Terbentuknya sebelum dan atau baru disintesis.

Banyak pasien dengan RA juga memiliki Asma. Presentasenya mencapai 40 persen. Allergic rhinitis adalah faktor resiko terjadinya Asma. Sebanyak 80 persen dari pasien Asma memiliki RA.

Gejala RA antara lain hidung tersumbat, bersin-bersin, rhinore dan gatal pada hidung.

Penyakit yang menyertai RA adalah Nasal Polyp, Sinusitis, Bronkhial Astma dan OME.

RA dan Asma memiliki beberapa persamaan pada patofisiologi (penyakit saluran pernafasan). Rhinitis Alergi merupakan faktor risiko dari asthma. Kebutuhan medikasi yang belum terpenuhi dapat meningkatkan pengendalian asthma terutama pada pasien dengan RA. Percobaan klinis mengindikasikan bahwa Montelukast ditujukan pada pasien untuk memenuhi medikasi yang ditambahkan pada awal manajemen pasien asthma dengan RA.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.