Pokdar Kamtibmas Semarang belajar BHD

Gerak (dan terus) bergerak untuk berdamai dengan diabetes
December 18, 2017
Bahayanya paparan merkuri dalam tubuh kita
January 7, 2018
Show all
Sebagai salah satu elemen masyarakat yang berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah-tengah masyarakat Pokdarwis Kamtibmas Kecamatan Gayamsari , Semarang perlu dibekali dengan berbagai ketrampilan yang bisa bermanfaat untuk menunjang hidup orang sekitarnya. Salah satunya bantuan hidup dasar (bhd) pada situasi penanganan gawat darurat dan bencana.
“Kita ingin melatih anggota Pokdarwis menjadi seorang awam khusus yang mampu mencegah atau menekan kematian dan cacat ” kata salah seorang instruktur pelatihan, dr. Reza Rahardian. Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Polsek Gayamsari Semarang dengan RSI Sultan Agung.
Macam – macam kasus kegawatdaruratan yang menjadi perhatian dalam pelatihan ini adalah trauma karena kecelakaan, bencana, kekerasan, terorisme dsb. dr Reza mencontohkan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami kasus kegawatdaruratan tersebut.
“Semisal kita menemui orang dengan luka bakar, maka penanganannya segera kita siram dengan air bersih yang mengalir, sampai rasa panas tersebut berkurang, jangan memberikan pasta gigi pada luka bakar karena akan memperburuk kondisi jaringan yang cidera akibat luka bakar tadi. Setelah itu segera kita bawa ke RS, puskesmas, klinik, atau dokter keluarga terdekat.
Kasus lainnya yang sering dijumpai ialah gigitan anjing yang kita curigai mengidap penyakit rabies. Untuk penanganan awal kita bisa bilas luka gigitan tersebut dengan air bersih kira2 10 menit, setelah itu kita cuci dengan air sabun. baru setelahnya kita bawa ke RS, puskesmas, atau dokter keluarga terdekat untuk penanganan lebih lanjut”
Dalam sesi praktek yang dipandu perawat senior RSI Sultan Agung, Eko Herwanto, S.Kep N.S, anggota Pokdarwis Kamtibmas Polsek Gayamsari dilatih bhd bagi seorang yang alami henti jantung. “Bentuk pertolongan pertama yang bisa kita berikan adalah tetap bersama korban dan segera meminta pertolongan. Jika diperlukan, orang awam terlatih bisa lakukan kompresi di dada korban” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *