Prinsip pengelolaan najis dalam laundry sesuai prinsip Syariah

Menjadikan Al Quran sebagai solusi atas permasalahan
February 14, 2019
Meminimalisasi infeksi parasit sarcoptes scabies di lingkungan keluarga
February 21, 2019
Show all

Begitu rinci perintah Allah dalam urusan kebersihan dan penyucian diri. Selain tubuh, pakaian yang melekat di tubuh kita juga ada tuntunannya. Dalam Surat Al Muddatsir ayat 4, Allah telah memerintahkan untuk bersihkanlah pakaianmu.

Secara kaidah Fiqh, itu dikenal dengan bahasa Thaharah yang secara terminologi melakukan sesuatu yang bisa menjadikan sahnya salat, baik dengan wudhu, mandi atau tayamum dan menghilangkan najis.

Yang dikategorikan thaharah dalam hal ini adalah wudhu, tayamum dan mandi junub. Thaharah juga mengurusi kaidah pembersihan pakaian dari najis.

Pada perkembangannya, thaharah "berkembang" menjadi usaha yang menghasilkan sebuah profit. Umum dikenal dengan laundry.

Usaha ini bergerak di bidang pencucian pakaian, dalam KBBI ada istilah yang merujuk pada pengertian yang sama; penatu, benatu dan benar.

Bagi ummat Islam, binatu diperbolehkan asalkan memenuhi kaidah pembersihan berlandaskan tata cara fiqh. Seperti apa kaidah pembersihan najis yang perlu diterapkan dalam usaha laundry ?

Saat pakaian terkena najis, berupa kotoran yang kelihatan, seperti kotoran manusia, maka cara mensucikannya, kotoran tersebut dihilangkan dulu sampai bersih. Setelah itu baru disucikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak atau ember diisi air sampai luber sambil diaduk-aduk minimal tiga kali luberan atau sampai yakin bahwa najisnya telah hilang mengalir bersama air yang luber atau pakaian itu diangkat. Jika perlu, diguyur dengan air sampai yakin bahwa najisnya telah hilang.

Apabila najisnya berupa air kencing, maka cara mensucikannya dimasukkan ke dalam bak atau ember lalu diisi air sampai luber dengan diaduk-aduk minimal tiga kali luberan atau diluberi sampai yakin najisnya telah hilang atau pakaian yang terkena najis itu yakin najisnya telah hilang.

Jika pakaian yang dilaundry itu tidak ada yang najis atau terkena najis maka hasil cuciannya suci, tanpa perlu memperhatikan proses perendaman baju (kecuali apabila dalam proses perendaman ada benda najis atau terkena najis dari dalam mesin dan belum sempat dihilangkan serta disucikan).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.