Proses Instalasi Gizi menuju Sistem Jaminan Halal

Implementasi dari konsep syariah di RSI Sultan Agung adalah terpenuhinya makanan yang halal dan thoyib bagi pasien. Makanan yang halal dan thoyyib (baik) dipercaya membantu proses penyembuhan pasien, karena makanan yang baik akan berpengaruh baik pula bagi yang mengkonsumsi. Untuk menjamin makanan yang halal dan thoyyib dilakukan oleh Instalasi Gizi RSI Sultan Agung. Bahkan sebelum adanya sertifikasi syariah, sebenarnya instalasi gizi sudah melakukan beberapa hal untuk menjamin makanan yang halal dan thoyyib.

Sejak awal RSI Sultan Agung telah menjamin kalau makanan harus halal dan thoyyib. Tanpa ada akreditasi syariah, bagian gizi selalu menekankan hal tersebut.

Proses Instalasi Gizi menuju SJH

Kehalalan makanan ditentukan pada daftar atau list dari komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bisa dilihat dari websitenya. Jadi bisa diketahui dan mencocokkan untuk cek daftar terbaru. Kalau memang produk tersebut masuk kriteria akan digunakan. Itu yang jadikan pedoman. Instalasi Gizi RSI Sultan Agung juga memiliki buku cetakannya dari MUI berbagai daftar produk yang sudah mendapatkan sertifikasi.

Supplier harus penuhi syarat halal

Apabila produk makanan berupa sayur-sayuran, daging dan makanan non kemasan, pihak gizi RSI Sultan Agung akan berikan standar yang harus dipenuhi oleh supplier dan harus mampu menunjukkan sertifikasi dari MUI. Seperti supplier daging, mereka harus bisa menunjukkan standarisasi dan sertifikasi pemotongan daging yang halal dari MUI” lanjutnya.

Pada tahapan ini, RSI Sultan Agung mencari rekanan yang muslim karena untuk meyakinkan bahwa proses penyembelihannya benar-benar sesuai aturan syari’at . Instalasi gizi menekankan semua supplier agar bisa mematuhi aturan-aturan distandarkan.

Pihak komite MUI juga secara berkala memantau sejauh mana pelaksanaan implementasi sertifikasi yang kita miliki disamping itu mereka juga menyampaikan fatwa-fatwa terbaru berkait kehalalan produk.

Makanan harus penuhi kaidah thayyib

Tidak hanya sekedar halal. Instalasi gizi juga menjamin makanan harus thoyyib baik bahannya maupun produk kemasan. Thoyyib juga berarti makanan harus fresh, baik dari jenisnya mupun perlakuan terhadap bahannya.

Hampir sama dengan pemilihan makanan yang halal, ada kriteria atau standar yang dipakai. Kriteria itu adalah sesuai dengan kode produksinya, jika produk itu sayur-sayuran atau daging, maka harus dilihat sisi fisiknya. Termasuk sayur, daunnya harus benar-benar hijau, tidak ada yang kering dsb. Jadi, dalam hal ini kita menyesuaikan dengan standarisasi dari Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM). Bahkan menggandeng bagian sanitasi RSI Sultan Agung untuk pemeriksaan kualitas makanan.

Mempertahankan kualitas makanan

Sampai saat ini RSI Sultan Agung belum pernah menemui supplier yang nakal. Karena selama ini pihaknya cukup ketat menjaga standarisasi makanan. Cara ini ditempuh dengan rajin update informasi mengenai makanan. Misalkan kemarin ada buah impor yang diisukan ada kandungan bakterinya dsb. Termasuk kita juga update tentang informasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan terbaru. Jadi kewajiban kita memang harus selalu update info-info terbaru.

Tidak hanya pemilihan yang berdasarkan kriteria dari Komisi Fatwa MUI atau standarisasi dari BPOM. Pihak Instalasi Gizi RSI Sultan Agung juga memperhatikan pengolahan bahan makanan. Seperti menyimpan buah-buahan yang diletakkan di pendingin yang sudah disesuaikan suhunya. Jangan diletakkan di tempat yang panas atau terkena sinar matahari secara langsung.

Yang istimewa, pihak instalasi gizi juga memperhatikan distribusi makanan ke pasien. Dari sisi ini, kita bedakan, trolly yang kita pakai untuk pengangkut makanan berbeda dari ketika mengirimkan dan pengambilan pasien. Itu dilakukan karena yang namanya thoyyib itu semua bagian harus benar-benar terjaga kebaikannya hingga kepada pasien. Jadi kalau thoyyib itu diartikan higienis, maka akan kita jaga unsur tersebut dari awal sampai ke akhir. Secara berkala , instalasi gizi juga mengadakan tes usap pada tempat makanan untuk mengetahui apakah ada mikorba atau tidak yang dilakukan oleh BPOM.