RSI Sultan Agung dan APINDO fasilitasi pelatihan P3K

Salah satu tempat yang sangat besar terjadinya kecelakaan kerja adalah lingkungan kerja. Terlebih dalam sebuah lokasi yang terdapat interaksi manusia, mesin atau alat berat lainnya. Mengantisipasi hal ini, perusahaan diminta untuk melindungi pekerjanya dari kecelakaan kerja atau kejadian yang bisa membahayakan nyawanya, dengan penyediaan fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) beserta petugas yang kompeten untuk melakukan prosedur penyelamatan.

"Penempatan kotak P3K harus mudah dilihat, dijangkau dan diberi tanda atau arah yang jelas. Penempatannya dianjurkan berjarak 500 meter dan penyediannya disesuaikan dengan jumlah unit kerja." kata dr Vito Mahendra E, M.Si, Med, Sp.B dari RSI Sultan Agung dalam sebuah kursus singkat P3K untuk perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia Demak (Apindo) Demak belum lama ini.

Terkait dengan petugas yang melakukan P3K, dr Vito harus memiliki visi menyelamatkan jiwa penderita, mencegah kecacatan, memberikan rasa nyaman dan menunjang kesembuhan.

Dr Vito Mahendra juga memberikan tips petugas yang menemui kasus kecelakaan kerja semisal menemukan luka bakar dan keracunan. Segera hentikan proses luka bakar dengan alirkan air dingin pada bagian yang terkena selama 20 menit. Lepaskan atribut yang tertempel pada badan penderita. Semisal pakaian, perhiasan dsb. "Jika menemui luka, tutup luka bakar menggunakan penutup steril. Jangan pecahkan gelembung dan hindari pemakaian salep, antiseptik atau es. Lekas bawa ke pusat pelayanan kesehatan terdekat" katanya.

Di lingkungan kerja juga sering ditemui kasus keracunan karena mengkonsumsi bahan makanan atau minuman yang tercemar zat kimia, salah minum atau terpapar gas beracun.

Yang bisa dilakukan memberikan asupan cairan seperti susu atau air sebanyak-banyaknya. "Lakukan rangsangan muntah untuk keluarkan racun lambung segera 2 jam setelah keracunan. Tapi tetap berhati-hati pada seorang yang ada riwayat kejang, tidak sadar atau gangguan kesadaran jangan dilakukan tindakan ini." lanjutnya.