Sultan Agung Cardiac Center

Logo baru RSI Sultan Agung
July 9, 2019
Siswa SMK Kesehatan belajar prosedur Lab PA
July 15, 2019
Show all

 

Sultan Agung Cardiac Center hadir melayani pasien semenjak 2015. Selama kurun waktu itu,  memberikan pelayanan terbaik dengan dokter ahli dan kompeten. Kemudian dengan konsep satu pusat pelayanan dengan penyatuan Ruang Pemeriksaan, Peralatan Penunjang sampai dengan Farmasi. Berdirinya Sultan Agung Cardiac Center dilatarbelakangi oleh masih langkanya pusat pelayanan jantung. Sementara di sisi lain, penyakit jantung masih menduduki salah satu peringkat utama penyebab kematian di Indonesia. 

Alhamdulillah, Sultan Agung Cardiac Center dilengkapi dengan 4 poliklinik, ruang rawat inap respresentatif, ICU. Untuk penunjang, kita memiliki laboratorium pusat, MSCT Scan dan yang paling terkini adalah pusat pelayanan terpadu laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk :

  • Mendeteksi penyempitan pembuluh darah ;
  • Melebarkan pembuluh darah ;
  • Melebarkan katub jantung ;
  • Pemasangan alat pacu, stent, dan ring jantung dan Menutup dinding / bilik jantung yang bocor. Pada beberapa kasus semisal Kelainan Jantung Bawaan ;
  • Kelainan Jantung koroner ;
  • Kelainan Irama Jantung ;
  • Kelainan Katup Jantung juga bisa dilakukan dengan Laboratorium Kateterisasi Jantung.

Fasilitas lainnya kita memiliki Ecocardiography untuk deteksi penyempitan pembuluh darah dan Treadmill untuk pemeriksaan rekaman listrik jantung dalam kondisi jantung istirahat.

Penyakit jantung menjadi pemuncak penyebab kematian di dunia. Beberapa Rumah Sakit berupaya untuk menyediakan pelayanan terbaik di bidang kesehatan jantung. Sultan Agung Cardiac Center-sebagai unggulan pelayanan RSI Sultan Agung-berusaha paripurna memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi penyintas jantung di Indonesia.
Saat ini Sultan Agung Cardiac Center memiliki Cathlab intervensi dan elektrofisiologi. Untuk saat ini beberapa prosedur penyakit jantung yang bisa ditangani antara lain : 

Bradikardia.

bradikardia 

Pada kondisi tertentu bisa terjadi penurunan frekuensi denyut jantung permenitnya. Kondisi ini disebut bradikardia. Akibat dari kondisi bradikardia memiliki keluhan yang bervariasi, seseorang akan mudah alami pusing, persaan seperti mau pingsan, penglihatan kabur bahkan sampai pingsan. Keluhan ini umumnya terjadi karena kurangnya volume darah yang didistribusikan ke tubuh akibat bradikardia.

Bradikardia

Bradikardia disertai gejala tersebut sebaiknya segera dikoreksi sesegera mungkin. Saat ini, Perkembangan tekhnologi di dunia medis memungkinkan seseorang yang alami bradikardia bebas dari kondisi tidak menyenangkan itu.

Penanganan bradikardia itu kini hadir lebih dekat. Di RSI Sultan Agung dengan tenaga medis dan tekhnologi terkini mampu menangani bradikardia dengan implantasi permanent pacemaker (pacu jantung permanen). Yakni tindakan pemacuan pada jantung. 

Harapannya seseorang setelah dilakukan pacu jantung bertujuan untuk meningkatkan denyut jantung tiap menitnya supaya kebutuhan volume darah tubuh dapat tercukupi, sehingga bermacam keluhan yang berhubungan akibat bradikardia bisa dihilangkan.

Aritmia. 

Jika dalam keadaan normal, detak jantung berjalan tidak terlalu cepat, maupun terlalu lambat (60-100 x per menit). Merupakan masalah bila detak jantung tidak normal dan tidak beraturan. Seseorang dengan kondisi ini biasanya keluhannya bervariasi, antara lain, sering berdebar, lemas, pusing, sesak napas, nyeri dada, hampir pingsan bahkan sampai pingsan. 

Di Sultan Agung Cardiac Center dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan Ekokardiografi untuk melihat anatomi dan fisiologi jantung. Dilanjutkan Elektrokardiogram (EKG) yang bisa merekam aktivitas listrik / irama jantung sesaat dan Holter monitoring yang merekam aktifitas listrik dari jantung selama 24 jam ataupun lebih.

Dari serangkaian pemeriksaan ini, dokter akan menganalisis seberapa jauh tingkat keteraturan irama jantung maupun adanya suatu aritmia beserta penyebabnya.

Jika sudah ditemukan dan dianalisis penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan Studi Elektrofisiologi (SE), yaitu pemeriksaan untuk memetakan penyebaran impuls listrik di dalam jantung. Dokter akan memasukkan kateter elektroda ke beberapa ruang di dalam jantung untuk kemudian didapatkan pemetaan listrik jantung yang abnormal.

Penanganan Aritmia

Sejatinya, aritmia bisa disembuhkan tanpa ketergantungan dengan obat-obatan. Dokter akan memberikan tindakan jika dianalisa berpotensi menjadi lebih buruk, menurunkan kualitas hidup pasien dan dapat menyebabkan kematian.

Tindakan ablasi ini diklaim paling aman karena tidak dilakukan dengan operasi terbuka dan hanya memberikan anestesi lokal. Setelah ablasi, pasien pun bisa kembali beraktivitas dan terbebas dari aritmia maupun obat-obatan.

Percutaneus Coronary Intervention (PCI)PCI

Pendekatan terapi invasif dengan kateterisasi jantung umum dilakukan pada penyakit jantung koroner. Pasien dengan sumbatan di dalam arteri koroner akan sering mengeluh nyeri dada saat beraktivitas. Apabila dengan obat keluhan tidak dapat dihilangkan, maka dokter jantung akan menyarankan untuk pemasangan stent untuk melebarkan diameter arteri koroner. Tindakan ini disebut dengan Percutaneus Coronary Intervention (PCI). Pada kondisi akut, seperti serangan jantung dimana terjadi trombosis akut intra konroner, pemasangan stent dapat dilakukan segera oleh dokter jantung dengan keahlian di bidang intervensi koroner (disebut sebgai primary PCI).

Penyakit lain yang dapat diterapi dengan pendekatan invasif ini diantaranya; sekat jantung yang tidak terbentuk sejak lahir dapat ditutup melalui pendekatan terapi kateterisasi tanpa diperlukan tindakan bedah, penyakit stenosis katup mitral, keadaan gawat darurat seperti bradikardi dengan simtom karena blok jantung total ataupun bradikardi lainnya dapat dilakukan pemasangan alat pacu jantung sementara sebelum dilakukan implantasi pacu jantung permanen.

Kateteri jantung tergolong canggih, meskipun demikian perisapannya cukup sederhana. Bila prosedur sudah terencana, diperlukan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi pasien optimal untuk pemeriksaan.

Prosedur ini dilakukan dengan obat anestesi lokal tergantung tempat memasukan kateter, apakah di paha atau tangan. Kondisi khusus seperti hamil harus diberitahukan kepada dokter, karena tidakan ini menggunakan paparan radiasi.

Dokter Sultan Agung Cardiac Center

  • dr. H. MA Sungkar, Sp.PD, KKV, Sp.JP (Internist, Konsulen Kardio Vaskuler)
  • dr. Pipin Ardhianto, Sp.JP (K) FIHA (Interventional Cardiology dan Electrophysiology)
  • dr. M. Saugi Abduh, Sp.PD, KKV, FINASIM (Konsulen Kardio Vaskuler, Fellows of the Indonesian Society of Internal Medicine)
  • dr. Adhitia Budy Prakoso, Sp.JP (K) FIHA (Consultant Interventional Cardiology)
  • dr. Muhammad Arif Nugroho, Sp.JP (K) FIHA (Fellow of Indonesian Heart Association)
  • dr. Bahrudin, Sp.JP,M.Si,Med,P.hD,FIHA 
  • dr.Mochammad Ali Sobirin, Sp.JP,P.hD,FIHA

 

 

4 Comments

  1. Avatar Shinta says:

    Jadwal dokter cardiac center ini bisa cari dimana ya?

    • Avatar admin says:

      Assalamualaikum warahmatullahiwabaraktuh mas Ahmad muhib,untuk tata cara prosedur pendaftaran online,yang pertama kali klik pendaftaran online pada web rsisultanagung.co.id. Kemudian pilih menu Pendaftaran,masukkan nomer rekam medis serta tanggal lahir pada kotak yang di sediakan,selanjutnya terbit booking antrian dan bisa di verifikasi pemeriksaan pada petugas customer service kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.