Tahapan perjalanan virus HIV hingga menjadi penyakit mematikan

Persamaan Rhinitis Alergi dan Asma dari sisi patofisiologi
March 29, 2019
RSI Sultan Agung layani Vaksin Internasional dan Jamaah Umroh
April 7, 2019
Show all

Salah satu sifat virus Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah melakukan retrovirus atau meng-copy dan cetak (replikasi). Virus ini menumpang hidup dan menyerang sel-sel kekebalan sistem kekebalan tubuh.

Virus ini terdapat pada darah ; sperma ; cairan vagina dan ASI yang ditularkan melalui media hubungan seksual ; jarum suntik Injection Drug User (IDU) dan transfusi darah.

Ada 4 prinsip penularan HIV. Pertama, EXIT (Keluar). Virus harus keluar dari dalam tubuh yang terinfeksi HIV. Kedua, SURVIVE (Hidup). Virus harus tetap bertahan hidup. SUFFICIENT (Cukup). Jumlah virus harus cukup untuk menginfeksi dan ENTER (masuk). Virus masuk ke dalam aliran tubuh melalui cairan darah.

Transformasi HIV ke ACQUIRED IMMUNE DEFICIENC SYNDROME (AIDS) melalui periode jendela (window periode). Adalah periode antara masuknya HIV hingga terbentuknya antibodi. Proses ini hanya dapat dideteksi lewat laboratorium. Saat tes HIV, bisa saja masih negatif berlangsung 12 minggu. Setelah periode jendela, HIV memasuki fase periode tanpa gejala yang berlangsung 1-5 tahun. Saat periode tersebut, pasien HIV (+) tidak merasakan apa-apa ; mudah menularkan.

Fase HIV dalam tubuh terbagi menjadi 4 stadium. Stadium yang paling berat, dimana pasien mengalami demam berkepanjangan lebih dari 3 bulan, diare kronis lebih dari 1 bulan, penurunan Berat Badan lebih dari 10 persen dalam 3 bulan, infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening dan munculnya herpes zorter berulang bercak-bercak gatal di seluruh tubuh.

Bila mendapati seseorang dengan gejala tersebut bisa segera menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit yang menyediakan fasilitas pelayanan untuk pasien HIV-AIDS antara lain : Voluntary Counseling and Testing (VCT) ; pemberian Anti Retro-viral Therapy (ART) ; pelayanan gizi ; pengobatan paliatif dan serangkaian program dukungan bagi ODHA.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *