21 Maret 2021, Peringatan Hari Down Syndrome Sedunia

Kunjungan SMK Al Anwar Rembang & Wakil Gubernur Jawa Tengah
March 1, 2021
Mengenal Plasma Darah dan Fungsinya Bagi Tubuh
March 22, 2021
Show all

Setiap tahun se=etiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai hari Down Syndrome Sedunia atau World Down Syndrome Day. Sejak tahun 2012, tanggal 21 Maret ditetapkan sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Pemilihan tanggal tersebut memiliki filosofi, Tanggal 21 bulan ketiga merupakan presentasi keunikan tiga copy kromosom atau trisomi yang ada pada kromosom ke-21 dalam tubuh seorang anak dengan down syndrome.

Down Syndrome adalah suatu kelainan bawaan genetik yang terjadi ketika kandungan masih dalam masa embrio dikarenakan kesalahan dalam pembelahan sel yang disebut dengan neodisjuction. Kromosom nomor 21 pada penderita down syndrome tidak membelah diri menjadi dua, melainkan berjumlah tiga atau trisomi.

Akibatnya seorang bayi memiliki 47 kromosom bukan 46 kromosom seperti pada umumnya. Hal itu yang menjadi penyebab terjadinya ke abnormalitasan pada perkembangan fisik dan mental seorang anak yang mengalami down syndrome.

Down syndrome pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh DR. John Longdon Down karena ciri cirinya yang unik. Dimana Penderita down syndrome memiliki ciri-ciri diantaranya  yaitu penderita yang memiliki penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).

Autisme dan down syndrome itu merupakan hal yang berbeda, autisme adalah kondisi neurobehavioral yang serius dan kompleks. Ditandai oleh masalah dalam berinteraksi, komunikasi non verbal, komunikasi verbal, keterampilan sosial serta sistem motorik.

Autisme akan memengaruhi cara orang mengenali dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Orang autis akan memandang, mendengarkan, merasakan dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang berbeda sama sekali.

Ada banyak faktor risiko untuk Down syndome, yaitu:

  • Kehamilan di usia yang tua: semakin tua usia Anda saat hamil, bayi Anda memiliki risiko yang lebih besar terhadap Down syndrome. Risiko meningkat mulai usia ibu hamil 35 tahun ke atas.
  • Bayi sebelumnya lahir dengan Down syndrome.
  • Faktor keturunan: ayah dan ibu dapat mewariskan kelainan genetik ini pada anak.

Down syndrome tidak dapat diobati. Namun, pentingnya bagi orangtua menyadari kondisi ini secepat mungkin dan membantu bayi sejak dini. Yang paling penting adalah dukungan serta memberi anak perawatan medis dan mendorongnya mengembangkan keterampilan sosial yang penting.

Tujuan dari peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada 21 Maret ini untuk meningkatkan kesadaran publik serta menciptakan suara dunia tentang hak, inklusi, dan kesejahteraan penderita kelainan ini.

Di Indonesia perhatian tentang kelayakan hidup penderita down syndrome masih kurang. Masih maraknya diskriminasi terhadap penderita sehingga mereka tidak medapatkan perlakuan yang seharusnya karena disebabkan oleh kurangnya edukasi dan informasi secara menyeluruh mengenai “Apa itu Down Syndrom.”

Sebagai manusia yang diberi kesempurnaan fisik seharusnya kita lebih bersikap kooperatif, positif, dan suportif pada penderita down syndrome. Karena Penderita dengan down syndrome memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan manusia normal lainnya untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Termasuk dalam mengembangkan bakat dan kemampuan sosial mereka, baik dalam ranah masyarakat atau pun pemerintahan. Demikian artikel tentang Hari Down Syndrome Sedunia Tanggal 21 Maret 2021, semoga bermanfaat.

 

Source: worlddownsyndromeday.org, sud.banjarkota.go.id , tihimapsikologi.student.uny.ac.id, phiradio.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *