Mengenal Cerebral Palsy (Memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia, 6 Oktober 2021)

Serba Serbi Perawatan Kawat Gigi | REHAT (Ruang Sehat) | Rabu, 6 Oktober 2021.
October 6, 2021
Kiat Aman Mengkonsumsi Suplemen Pelangsing | DIPA (Dialog Pagi) | Kamis, 7 Oktober 2021.
October 6, 2021
Show all

Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak, yang biasanya terjadi saat anak masih di dalam kandungan. Gangguan perkembangan otak ini juga dapat terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran.

Gejala Cerebral Palsy
Pada anak atau bayi yang terkena cerebral palsy, dapat timbul sejumlah gejala berikut ini:
• Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya menyeret salah satu tungkai saat merangkak, atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.
• Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak (motorik), seperti merangkak atau duduk.
• Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda.
• Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang seperti gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar.
• Otot kaku atau malah sangat lunglai.
• Tremor.
• Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis).
• Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri.
• Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine).
• Gangguan kecerdasan.
• Gangguan penglihatan dan pendengaran.
• Gangguan berbicara (disartria).
• Kesulitan dalam menelan (disfagia).
• Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler.
• Kejang.
Keluhan yang terjadi ini dapat bersifat permanen dan menimbulkan kecacatan.
Penyebab Cerebal Palsy
Cerebral palsy atau yang disebut lumpuh otak disebabkan oleh gangguan perkembangan otak pada anak. Kondisi tersebut umumnya berlangsung pada masa kehamilan, tetapi juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau beberapa tahun pertama setelah anak lahir. Belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan perkembangan tersebut, namun kondisi ini diduga dipicu oleh sejumlah faktor berikut:
• Perubahan pada gen, yang memiliki peran dalam perkembangan otak.
• Infeksi saat hamil yang menular pada janin. Contohnya cacar air, rubella, sifilis, infeksi toksoplasma, dan infeksi cytomegalovirus.
• Terganggunya suplai darah ke otak janin (stroke janin).
• Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi.
• Bayi kembar dua atau lebih. Risiko terjadinya cerebral palsy akan meningkat pada salah satu bayi yang selamat, apabila bayi yang lain meninggal saat lahir.
• Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram.
• Kurangnya suplai oksigen pada otak bayi (asfiksia) selama proses persalinan.
• Kelahiran prematur, yaitu lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
• Kelahiran sungsang, yaitu lahir dengan kaki terlebih dulu keluar.
• Radang pada otak atau selaput otak bayi.
• Penyakit kuning yang meracuni otak (kernikterus).
• Cedera parah di kepala, misalnya akibat terjatuh atau kecelakaan.
Diagnosis Cerebral Palsy
Dokter akan menduga seorang anak mengalami cerebral palsy, apabila terdapat sejumlah gejala yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun untuk memastikannya, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti:
• Elektroensefalografi (EEG). EEG bertujuan untuk melihat aktivitas listrik otak, dengan menggunakan bantuan alat khusus yang disambungkan ke kulit kepala.
• Uji pencitraan. Uji pencitraan dilakukan untuk melihat area otak yang rusak atau berkembang tidak normal. Sejumlah uji pencitraan yang dapat dilakukan adalah MRI, CT scan, dan USG.
Dokter saraf juga dapat menjalankan pemeriksaan fungsi luhur untuk menemukan adanya gangguan kecerdasan, serta gangguan dalam bicara, mendengar, melihat, dan bergerak.

Faktor-Faktor Risiko
Apa yang meningkatkan risiko penyakit ini?
Selain yang sudah disebutkan di atas, ada sejumlah faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko cerebral palsy dari aspek kesehatan ibu, janin, dan kandungan.
Kesehatan ibu hamil
Tanpa disadari, paparan zat kimia berbahaya bisa menjadi racun ketika sedang hamil dan secara signifikan meningkatkan risiko cerebral palsy pada bayi.
Infeksi yang perlu menjadi perhatian di antaranya:
• Herpes saat hamil yang ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan
• Infeksi parasit toksoplasmosis
• Infeksi virus zika
• Ibu mengalami cedera atau infeksi selama kehamilan.
• Gangguan kehamilan yang membuat janin tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan
Ibu yang mengalami infeksi zika, bisa menyebabkan ukuran kepala anak lebih kecil dari normal (mikrosefali) dan bisa menyebabkan cerebral palsy.
Sementara untuk infeksi parasit toksoplasmosis umum ditemukan dalam makanan yang tidak matang, atau terpapar sesuatu yang terkontaminasi tanah, juga kotoran kucing.

Apa saja pilihan pengobatan untuk cerebral palsy?
Cerebral palsy adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan, tapi gejala dan cacat dapat dibantu dengan terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologi, dan operasi.
Terapi fisik membantu anak mengembangkan otot yang lebih kuat dan bekerja dengan keahlian seperti berjalan, duduk, dan keseimbangan. Alat tertentu seperti penyangga logam untuk kaki, atau pembebat, mungkin juga bermanfaat bagi anak.

Dengan terapi okupasi, anak mengembangkan kemampuan motorik yang baik, misalnya untuk memakai baju, makan, dan menulis. Terapi bicara dan bahasa membantu anak dengan kemampuan berbicaranya. Anak dan keluarga dibantu dengan pendukung, pendidikan khusus, dan servis yang terkait.

Terapi untuk anak cerebral palsy
Meski cerebral palsy adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan agar kemampuan anak lebih baik, dilansir dari Mayo Clinic:
• Latihan fisik
Bentuk terapi latihan fisik bisa membantu kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, perkembangan motorik, dan mobilitas anak.
Bentuk latihannya seperti menggenggam sesuatu benda, menggulung, mengontrol gerak kepala, dan badan. Setelah itu, terapis akan melatih anak untuk pemakaian kursi roda.
Dalam latihan bersama terapis yang sudah ahli, Anda bisa belajar cara merawat dengan aman dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari anak di rumah, seperti mandi, memberi makan, dan lainnya.
• Terapi wicara dan bahasa
Anak dengan serebral palsi mengalami kesulitan dan cenderung terlambat bicara.
Untuk melatih kemampuan bicara anak, Anda membutuhkan ahli bahasa yang bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, setidaknya dengan bahasa isyarat.
Bila kesulitan dalam berkomunikasi, mereka juga akan mengajarkan anak menggunakan alat komunikasi lain, seperti komputer dan ponsel.
Terapi wicara juga bisa mengatasi kesulitan mengunyah dan menelan.
• Terapi rekreasi
Maksud dari terapi ini yaitu aktivitas di luar ruangan yang membuat anak lebih banyak bergerak agar motoriknya terlatih.
Ambil contohnya menunggang kuda, berjalan di rerumputan. Jenis terapi ini bisa membantu anak dalam meningkatkan keterampilan motorik, bicara, dan perkembangan emosional anak.
Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi cerebral palsy:
• Hindari risiko seperti campak jerman selama kehamilan.
• Hubungi dokter tentang pengobatan yang membantu mengurangi gejala.
• Cari tahu sekolah dengan pendidikan khusus dan layanan yang terkait untuk anak.
• Bersikap positif tentang orang dengan CP.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Nutrisi untuk anak dengan kondisi cerebral palsy
Melansir Irish Nutrition & Dietetic Institute, anak dengan cerebral palsy lebih berisiko mengalami kurang gizi.
Penyebabnya bisa berasal dari ketidakmampuan untuk makan sendiri, gangguan saat mengunyah dan menelan, hingga bentuk makanan yang harus dimodifikasi.

Kapan Harus ke Dokter?
Diagnosis awal dapat membantu mencegah banyak gejala dan mengontrol penyakit dengan lebih baik. Jika melihat adanya tanda dan gejala di atas atau masalah koordinasi dan fungsi otot pada anak dan keluarga, diskusikanlah dengan dokter.

Sumber : alodokter.com, hallodoc.com, hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *